LEBARAN DAN BAJU BARU

busana muslim

baju lebaran

Ada yang bilang hari raya lebaran/ idul fitri dengan baju baru itu jadul dan ada juga yang bilang lebaran tanpa baju baru itu “like an angel without wings” karena baju lebaran kudu, musti, harus ada.

Itulah sejumlah pendapat pro kontra yang tidak asing kita dengar dari mulut ke mulut pada saat bulan ramadan yang tinggal menghitung hari. Di akui atau tidak dewasa ini lebaran dengan baju baru sudah sangat identik serta sudah menjadi suatu tradisi di negara kita ini, Mulai dari kalangan dewasa, remaja, anak-anak hingga seseorang yang berprofesi artis pun tidak mau melewatkan kesempatan untuk memiliki baju baru pada saat lebaran(SETAHUN SEKALLEEE GETOOHH,,,).

Lebaran dengan baju baru tentulah sangat jauh dari makna lebaran sesungguhnya karena kita mengetahui bersama kalau idul fitri memiliki arti kembali kepada kesucian, atau kembali ke asal kejadian. Idul Fitri diambil dari bahasa Arab, yaitu fithrah, berarti suci. Kelahiran seorang manusia, dalam kaca Islam, tidak dibebani dosa apapun. Kelahiran seorang anak, masih dalam pandangan Islam, diibaratkan secarik kertas putih. Kelak, orang tuanya lah yang akan mengarahkan kertas putih itu membentuk dirinya. Dan dalam kenyataannya, perjalanan hidup manusia senantiasa tidak bisa luput dari dosa. Karena itu, perlu upaya mengembalikan kembali pada kondisi sebagaimana asalnya. Itulah makna Idul Fitri yang sesungguhnya.

Mentang-mentang ada kata “suci”, banyak masyarakat yang salah mengartikan makna dari idul fitri ini kembali ke fitrah dengan menggunakan baju baru. Walah-walah, artinya dapat disimpulkan bahwa banyak sekali masyarakat zaman sekarang yang kurang memahami makna dari makna berlebaran itu sendiri. Mengungkapkan suatu hal dalam kontek sesuatu yang sudah lama melekat seperti ini tentunya tidak asal bicara, karena jika kita menelusuri dari setitik realita yang berkembang dimasyarakat bahwa dari tahun ke tahun tradisi lebaran dengan baju baru ini sudah sangat kental serta seakaan-akan ingin menjadi suatu kebudayaan baru.

Prihal ini tiap tahunnya didukung pula oleh naiknya harga bahan-bahan pokok tetapi anehnya malah harga pakaian dari toko ke toko mengalami diskon yang gila-gilaan hingga50%- 80%. jadi jangan heran kalau tradisi ini sudah semakin melekat di masyarakat kita.Hoohoohoo

melihat fenomena tersebutlah, saya atas nama generasi muda sangat prihatin dengan hal tersebut, bisa-bisa tradisi menggunakan baju baru pada saat lebaran nantinya malah menjadi ajang untuk berbuat ria(sombong), maka dari itu saya ingin berbagi tips sedikit:

pertama, sebagai orang tua yang memiliki andil besar dalam keluarga patutlah menanapkan pemahaman kepada anak-anak kita sedini mungkin tentang makna dari idul fitri itu sendiri, karena pada fase itulah anak-anak cenderung mudah untuk memahaminya. Saya rasa dengan memberikan pemahaman-pemahaman seperti ini cukup mampu untuk bekal dia bila sesekali ada temannya yang mengoloknya tidak punya baju lebaran maka spontanitas dia tidak akan diam saja tetapi dia menjelaskan juga kepada teman-temannya merayakan idul fitri tidak harus dengan baju baru.

Kedua, mulai saat ini para orang tua jangan pelit-pelit untuk membelikan anak-anak baju baru, sekiranya sebulan sekali mungkin atau jika tidak bisa sebulan ya 2 bulan sekali lah(kalau satu tahun sekali dibelinya maka wajar-wajar saja anak-anak akan memintanya pada saat ini)hhhoohooo.Hal ini akan membuat anak terbiasa jikalau pada saat lebaran dia dengan sendirinya merasa tidak perlu meminta orang tuanya membeli baju baru.

Ketiga, perbanyaklah bersedekah di bulan ramadan karena hal tersebutlah yang akan membuat diri kita seakan kembali ke fitrah, maka dari itu mengeluarkan dana buat sedekah lebih baik daripada untuk membeli baju buat lebaran.

Saya tekankan sekali lagi meskipun tips ini nantinya tidak mebawa dampak yang sangat luas, paling tidak tips ini bisa meminimalisis keadaan, karena Sebagai seorang muslim sudah saatnya lah bagi saya untuk sekedar berbagi tips seperti ini, mengingat tradisi-tradisi seperti ini sangat jauh dari makna Idul fitri itu sendiri, tetapi malah sangat dekat sekali dengan sifat sombong. Oleh karena itu marilah kita beribadah sesuai aturan agama islam, niscaya api neraka akan jauh dari kita. ammiiiieeennnn,,,,

”Dan janganlah engkau memalingkan mukamu (kerana memandang rendah) kepada manusia, dan janganlah engkau berjalan di bumi dengan berlagak sombong; sesungguhnya Allah tidak suka kepada tiap-tiap orang yang sombong takbur, lagi membanggakan diri. ” (QS. 31:18)

2 thoughts on “LEBARAN DAN BAJU BARU

  1. lizanoer says:

    iya walaupun pada saat lebaran ingin sesuatu yang serba bagus,,,,,tapi alangkah baiknya jika Hati qta yang lebih bagus lagi . . .

  2. selalukhoir says:

    thats right …

    yakin ne ga bakal beli baju baru pas lebaran????

    hahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s