RAMADHAN DAN PETASAN

Bagi sebagian orang, bermain petasan, mungkin hal yang menyenangkan, terutama, di kalangan anak-anak, yang notabennya memang senang bermain dengan hal-hal yang sedikit menantang, meskipun terkadang membahayakan bagi dirinya.
Saat ini, hari -hari di bulan ramadhan juga banyak diramaikan dengan bunyi petasan-petasan itu. Meskipun suara hentakkan petasan, sedikit menakutkan, namun tak sedikit anak-anak yang senang bermain petasan.
Mungkin itulah alasan sebagian orang, untuk beralih profesi menjadi pedagang petasan dadakan, ketika bulan ramadhan hingga jelang hari raya nanti, karena omset penjualan petasan, di bulan ramadhan lebih tinggi jika dibanding bulan-bulan biasanya.
Setiap musim, seperti saat ini, hampir di setiap ruas jalan, berjejer para pedagang untuk menjual petasan, kita lihat saja sekitar pusat perbelanjaan di kota Jember, begitu banyak sekali, para pedagang petasan, mulai dari kembang api, yang ukuran kecil, sedang, sampai yang besar.
Bahkan, penjualan petasan, sudah mulai menjamur di berbagai desa, seperti di daerah Jember utara,misalnya. Menurut Yanto, salah seorang pedagang petasan di Kalisat , mengatakan bahwa untuk penjualan petasan , per hari mereka bisa meraup untung sekitar Rp.50.000 sampai Rp.100.000, itu hanya untuk satu item petasan saja, “Petasan kan banyak macamnya, kalau satu macam, seperti kembang api,itu saja bisa sampai seratus ribu” ujar yanto.
Hal yang sama juga dibenarkan oleh Siti, mengatakan bahwa dengan berdagang petasan, pada bulan ramadhan, dirinya bisa meraup untung yang lebih tinggi, jika dibandingkan berjualan pada bulan-bulan biasa, terkecuali pada perayaan tahun baru. “ iya sama, sekitar 75000 sampai 100.000 , paling sedikit ya 30.000 lah” tegasnya.
Para pedagang petasan itu, mengaku bahwa petasan yang mereka jual, biasanya hanya petasan yang tidak terlalu berbahaya “ya yang biasa saja, takut kena razia” ujar Yanto. Namun, kendati demikian, tak sedikit juga para pedagang ini, harus menanggung rugi. “kan kita tidak tau, bubuk petasannya rusak apa tidak, jadi kalau sudah rusak, kita juga rugi” imbuhnya.
Dengan harga jual yang beragam, mulai dari 3 ribuan – sampai petasan kalengan seharga 80.000an, setidaknya mereka bisa meraup rejeki, untuk lebaran nanti, sedangkan untuk masalah “laris”nya, para pedagang ini , mengaku tidak pernah merasa iri, antara pedagang satu dengan pedagang lainnya, meskipun mereka berjualan dengan jarak yang berdekatan sekalipun. “ namanya orang berusaha mbk, rejekinya sudah ada sendiri-sendiri “ujar siti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s